Proyek Kesehatan Global Inggris Dihentikan, Apa Dampaknya?

Pemerintah Inggris baru-baru ini mengumumkan penghentian proyek kesehatan global yang dianggap penting dalam melindungi negara dari ancaman pandemi di masa depan. Proyek tersebut, yang dikenal sebagai Global Health Workforce Programme (GHWP), akan ditutup pada akhir bulan ini akibat pemotongan anggaran bantuan.

Apa itu Global Health Workforce Programme?

GHWP adalah inisiatif yang mendukung pengembangan dan pelatihan tenaga kesehatan di enam negara Afrika, termasuk Ghana, Kenya, Nigeria, Ethiopia, Malawi, dan Somaliland. Proyek ini telah diakui oleh para menteri dan pejabat sebagai usaha untuk memperkuat sistem kesehatan nasional dan meningkatkan kesiapan dunia dalam menghadapi pandemi. Selain itu, program ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral Inggris untuk berinvestasi di negara-negara yang menyuplai tenaga kerja bagi sistem kesehatan nasional dan perawatan sosial Inggris.

Dampak Penghentian Proyek

Ben Simms, CEO Global Health Partnerships yang mengelola program ini, menyatakan bahwa keputusan ini adalah langkah bersejarah yang dapat merugikan posisi Inggris dalam kesehatan global. Menurutnya, penghentian proyek ini berpotensi menghambat kemajuan yang telah dicapai dalam kesiapan menghadapi pandemi di negara-negara mitra.

Salah satu proyek yang mendapat dukungan dari GHWP adalah Power for the People Africa Trust, yang berfokus pada pelatihan staf untuk menangani kekerasan berbasis gender dan mengurangi kehamilan remaja serta infeksi HIV di Homa Bay, Kenya. Caren Okombo dari trust tersebut memperingatkan bahwa penghentian pendanaan akan membalikkan kemajuan yang telah dicapai, yang pada gilirannya dapat berdampak pada kesehatan masyarakat di Inggris.

Pemotongan Anggaran Bantuan

Pengumuman penghentian GHWP datang setelah pemerintah Inggris, di bawah kepemimpinan Rishi Sunak, memutuskan untuk mengurangi anggaran bantuan luar negeri dari 0,5% menjadi 0,3% dari PDB, demi meningkatkan pengeluaran militer. Langkah ini mengikuti pemotongan sebelumnya pada masa pemerintahan Boris Johnson dari 0,7%.

Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) mengonfirmasi penutupan GHWP pada akhir Maret. Menteri FCDO Chris Elmore menyatakan: “Inggris seharusnya bangga atas kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan internasional. Namun, dunia telah berubah, dan kita harus menyesuaikan diri. Dengan anggaran yang lebih sedikit, kita harus membuat pilihan dan fokus pada dampak yang lebih besar.”

Respon terhadap Penghentian

Global Health Partnerships menyatakan memahami tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah, tetapi mereka menekankan bahwa pemotongan investasi dalam pengembangan tenaga kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah akan memiliki konsekuensi serius bagi manusia dan akhirnya akan lebih mahal dalam jangka panjang.

Dalam konteks ini, penting bagi Indonesia untuk memperhatikan kebijakan bantuan internasional yang diterapkan oleh negara-negara maju, termasuk Inggris. Mengingat potensi dampak negatif berupa penurunan dukungan untuk sistem kesehatan di negara-negara berkembang, Indonesia perlu terus memperkuat kerjasama internasional dalam bidang kesehatan demi meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi di tingkat global.

Kesimpulan

Penghentian Global Health Workforce Programme oleh pemerintah Inggris menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam upaya memperkuat sistem kesehatan global. Pemotongan anggaran bantuan dapat berdampak luas, tidak hanya bagi negara-negara yang terlibat dalam program tetapi juga bagi kesehatan masyarakat secara global, termasuk Indonesia. Sebagai negara yang rentan terhadap dampak kesehatan global, perhatian dan kerjasama internasional menjadi semakin penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*