Puing pesawat Pan American Airways ditemukan setelah 74 tahun tenggelam di Samudera Atlantik, sebuah kecelakaan yang mendorong perubahan signifikan dalam protokol keselamatan penerbangan. Pesawat yang dikenal dengan nama Clipper Endeavor ini ditemukan pada kedalaman 610 meter di lepas pantai Puerto Rico menggunakan drone berperalatan sonar.
Pada tanggal 11 April 1952, pesawat tersebut mengalami kegagalan mesin setelah lepas landas, memaksa pilot untuk melakukan pendaratan darurat di air. Meskipun semua orang di dalam pesawat selamat dari dampak tersebut, hanya 17 dari 69 penumpang dan kru yang berhasil bertahan hidup setelah pesawat tenggelam dengan cepat. Ketidakpastian situasi membuat banyak penumpang kesulitan menemukan jaket pelampung dan rakit penyelamat.
Kecelakaan ini memicu reformasi besar dalam keselamatan penerbangan, termasuk penerapan briefing keselamatan wajib sebelum penerbangan komersial. Upaya pencarian puing pesawat ini dipimpin oleh Air/Sea Heritage Foundation bekerja sama dengan acara Expedition Unknown dari Discovery Channel dan beberapa organisasi lainnya.
Para penjelajah menemukan sisa-sisa pesawat Douglas DC-4 tersebut bulan lalu menggunakan drone sonar otonom yang berhasil mendeteksi badan pesawat dan ekornya. Russ Matthews, presiden Air/Sea Heritage Foundation, mengungkapkan rasa kagum dan terharu atas penemuan ini, sekaligus mengingat kembali peristiwa tragis yang terjadi di lokasi itu puluhan tahun silam.
Pesawat tersebut membawa 64 penumpang dan lima kru menuju New York saat pilot terpaksa melakukan pendaratan di air secara paksa. Kekacauan yang terjadi setelah pendaratan itu menjadi pemicu regulasi modern yang mewajibkan adanya peralatan pelampung yang lebih baik di pesawat dan briefing sebelum penerbangan tentang cara penggunaannya, sebagaimana diungkapkan oleh ahli keselamatan penerbangan John Cox.
Saat ini, sebelum setiap penerbangan komersial, awak kabin diwajibkan untuk menjelaskan lokasi pintu keluar pesawat, serta letak jaket pelampung dan cara menggunakannya. βSetiap kali Anda naik pesawat saat ini, Anda lebih aman berkat apa yang terjadi pada Clipper Endeavor dan para penumpangnya 75 tahun lalu,β kata Josh Gates, pembawa acara Expedition Unknown.
Matthews, seorang penjelajah maritim dan sejarawan, pertama kali tertarik pada kecelakaan ini pada tahun 2019 setelah membaca tentang sebuah label bagasi dari penerbangan yang terbawa ombak di Florida. Ia mengaku terkejut karena kisah penting ini telah banyak dilupakan publik. Ia kemudian mulai menyusun kembali detik-detik terakhir pesawat tersebut dengan menggunakan laporan dari Civil Aeronautics Board, pendahulu dari Federal Aviation Administration AS.
